Dapatkan Info Tempat Wisata Di Sumatera Barat

Tempat Wisata Di Sumatera Barat Istana Bung Hatta atau Gedung Negara Tri Arga terletak di pusat Bukittinggi, Jam Gadang di depan taman. Pada tahun 1946 bangunan itu digunakan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pertama Drs. Mohammad Hatta, dan tahun 1947 bangunan itu dibuat sebagai Pemerintah Republik Indonesia Darurat Tengah. Sekarang, nama bangunan itu diganti dengan bangunan Istana Bung Hatta untuk memperingati jasa Mohammad Hatta memproklamasikan Indonesia.

Info lengkap lokasi obyek wisata kunjungi -> Tempat Wisata Di Sumatera Barat .

Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di jantung kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Masyarakat lokal bernama “Clock Tower”, karena menara jam memiliki empat jam dengan ukuran besar; di mana “gadang” dalam bahasa Indonesia berarti “besar”. Menara Jam dibangun pada tahun 1926 oleh seorang arsitek bernama Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Menara Jam adalah hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook pembuat, Controleur atau Sekretaris Kota Bukittinggi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Peletakan batu pertama jam menara dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang saat itu berusia 6 tahun. Clock Tower telah menjadi pusat perhatian semua orang. Hal ini juga mengakibatkan Jam Gadang digunakan sebagai penanda kota atau landmark Kota Bukittinggi dan juga sebagai salah satu ikon dari provinsi Sumatera Barat. Tempat Wisata Di Sumatera Barat .

Pembangunan biaya bangunan menara jam sekitar 3.000 Gulden, biaya yang cukup fantastis untuk ukuran waktu. Tapi itu terbayar dengan Clock Tower yang terkenal sebagai landmark serta kota ikon Bukittinggi. Luas tanah-rencana Jam Gadang adalah 13 x 4 meter, dengan tinggi menara 26 meter. Sementara empat jam diimpor dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur mekanis didorong oleh mesin dan memiliki diameter 80 cm masing-masing. Dikatakan bahwa mesin di Jam Gadang dibangun hanya dua unit di dunia; sendiri Menara Jam dan Big Ben di London, Inggris.

Jepang lubang Bukittinggi adalah salah satu objek wisata sejarah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Jepang lubang terowongan (bunker) perlindungan pasukan pendudukan Jepang dibangun sekitar tahun 1942 untuk pertahanan. Salah satu pintu masuk Jepang ke dalam lubang di Ngarai Sianok
Jepang mulai mengalami lubang wisata sejarah di tahun 1984, dengan kota Bukittinggi. Beberapa pintu masuk Jepang ke dalam lubang ini terletak di daerah Gorges Sianok, Panorama Park, sebelah Bung Hatta Istana dan Kebun Binatang di Bukittinggi.